Moving On

….Wake up those dreams, I am out your window Kick you out the door, For you to move on….. Bulan lalu saya memutuskan untuk mundur dari kepengurusan DPP PPGI, banyak faktor yang menyebabkan saya mengambil keputusan tersebut. Tetapi hanya satu faktor saja yang ingin saya share di sini : PPGI adalah organisasi profesi yang merupakan himpunan… Continue reading Moving On

LIPUTAN RAKERNAS VI PPGI TAHUN 2012

Pagi hari Kamis tanggal 3 Mei 2012, suasana bandara Polonia Medan yang selalu sibuk tampak lain dari biasanya, nampak beberapa orang membawa kertas berwarna kuning dengan cetakan PPGI dengan huruf besar, rupanya mereka adalah para panitia penjemput yang bersiap untuk menyambut kedatangan para peserta RAKERNAS PPGI VI tahun 2012 yang dijadwalkan untuk dilaksanakan mulai tanggl… Continue reading LIPUTAN RAKERNAS VI PPGI TAHUN 2012

Quo Vadis Pendidikan Perawat Gigi … (Pembelajaran dari proses Registrasi Perawat Gigi)

Beberapa waktu yang lalu saya dalam kapasitas sebagai ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan DPP PPGI diminta untuk memberikan pendapat dan ikut serta dalam pengambilan keputusan tentang nomenklatur jenjang kompetensi perawat gigi sesuai level pendidikannya dalam rangka penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat Gigi oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) sesuai dengan Permenkes No 1796/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.

Sebagai orang yang diserahi tanggung jawab di bidang pendidikan dan pelatihan di DPP PPGI saya berkewajiban untuk menelaah dari berbagai aspek dasar pengambilan keputusan DPP PPGI tersebut. Permasalahan ini cukup berat buat saya, karena DPP PPGI harus memutuskan institusi pendidikan perawat gigi mana yang lulusannya berhak diberikan STR Perawat Gigi, kemudian penamaan level STRnya seperti apa (disesuaikan dengan jenjang pendidikannya).

Harus diakui bahwa sampai saat ini jenis dan jenjang pendidikan perawat gigi ini masih belum tertata dengan baik. Dalam Standar Profesi Perawat Gigi Indonesia (SK Menkes No 378/2007) Kualifikasi Pendidikan Perawat Gigi terdiri dari : Sekolah Perawat Gigi (SPG), Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), D III Kesehatan Gigi dan D IV Perawat Gigi Pendidik/ D IV Keperawatan Gigi. Dapat kita cermati bahwa kualifikasi tersebut masih belumlah konsisten.

Tentang Registrasi Perawat Gigi Indonesia

Beberapa bulan terakhir ini dunia profesi tenaga kesehatan termasuk perawat gigi dihebohkan dengan urusan sertifikasi dan registrasi menyusul terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 yang menyatakan bahwa seluruh tenaga kesehatan selain dokter dan dokter gigi serta tenaga kefarmasian yang akan melaksanakan pelayanan profesinya harus terdaftar atau ter-registrasi pada Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI).

Untuk bisa terdaftar/terregister di MTKI, Permenkes tersebut juga menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki sertifikat kompetensi sebagai bentuk pengakuan kualifikasi/kompetensi dari profesinya. Sertifikat Kompetensi ini bisa diperoleh setelah mengikuti ujian kompetensi yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan dan sertifikat kompetensinya dikeluarkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP).

Recap Peristiwa dan Mimpi yang Tertunda

Sudah setahun lebih sejak saya terakhir menulis di blog saya ini, sebetulnya dalam waktu setahun ini ada banyak cerita yang ingin saya bagi, tapi apa daya sepertinya energi dan motivasi saya lagi tersedot untuk menjalani cerita-cerita itu daripada menuliskannya. Baiklah, kali ini saya akan mencoba mengumpulkan potongan-potongan cerita itu dalam rekapan peristiwa ini : Akhir… Continue reading Recap Peristiwa dan Mimpi yang Tertunda

Renungan Menjelang Rapimnas PPGI

Menurut rencana, tanggal 22 sampai dengan 24 Oktober 2010 yang akan datang, DPD PPGI akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional di Jakarta. Rapat ini akan diselenggarakan selain sebagai implementasi rencana kerja pengurus pusat PPGI sekaligus juga dimaksudkan untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang berkembang di dalam profesi perawat gigi Indonesia.

Permasalahan yang kini semakin berkembang adalah tuntutan pembenahan pendidikan profesi perawat gigi , peningkatan kapasitas dan profesionalisme serta peningkatan kesejahteraan profesi perawat gigi Indonesia.

Citra Diri, Citra Profesi

Setelah lama kekurangan energi untuk menulis dan memposting sesuatu di blog saya ini, akhirnya pagi ini saya tergerak juga untuk menulis lagi, walaupun isinya bukan hal teknis keperawatan gigi-an yang mungkin lebih bermanfaat langsung bagi teman-teman se-profesi sesama perawat gigi dalam menjalankan tugasnya di klinik, Puskesmas, ataupun Rumah Sakit, tapi mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi inspirasi dalam pengembangan diri yang tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan profesi tetapi juga kehidupan yang lebih personal.

Saya bukan seorang ahli personal development atau seorang motivator, bahkan kepribadian saya masih sangat jauh dari kualifikasi tersebut, tapi saya bisa menyebut diri saya sebagai seorang pembelajar yang selalu ingin belajar dari apa yang saya alami dalam hidup dan menjadikan pembelajaran tersebut sebagai motivasi diri untuk terus berubah ke arah hidup dan kehidupan pribadi dan keluarga saya yang lebih baik. Sedikit dari pembelajaran yang telah saya lakukan itu akan saya bagi sekarang.

Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik

Sehubungan dengan akan dan telah terpilihnya pemimpin-pemimpin baru disekitar kehidupan saya, jadi tergelitik nih untuk memposting hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan. Berikut saya sarikan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik (How To Be A Good Leader) dari buku Winning karya Jack and Suzy Welch. Berikut ringkasannya :

1. Pemimpin Tidak Pernah Berhenti Untuk Terus Meningkatkan Kinerja Organisasi yang dipimpinnya.

Memanfaatkan Setiap Peluang Untuk Mengevaluasi, Mengarahkan dan Membangun Kepercayaan Diri dari dirinya dan semua orang yang dipimpinnya.

Catatan dari pelaksanaan MUNAS V PPGI di Denpasar, Bali

Rasa lelah barangkali masih terasa oleh setiap peserta dan terutama oleh anggota panita perhelatan akbar MUNAS V Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) tanggal 29 Oktober sampai tanggal 1 November 2009 kemarin. Semua panitia telah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini dengan segenap kemampuan yang ada, sementara para peserta kelelahan karena mengikuti sidang-sidang komisi, rapat pleno serta pemilihan ketua umum ditambah kecapaian karena perjalanan wisata baik wisata pemandangan alam dan budaya juga terutama wisata belanja, Bali memang pulau surga, the paradise island.

Saya percaya kenangan manis telah terukir di hati masing-masing peserta MUNAS kali ini, semua perawat gigi yang hadir tentu akan merasa berbesar hati karena ternyata ada begitu banyak harapan dan janji yang bisa digapai di masa depan. Harapan semua insan perawat gigi Indonesia bagi kemajuan dan kejayaan profesi yang tentunya akan membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi setiap anggotanya. Janji yang diucapkan oleh pimpinan PPGI yang baru terpilih, janji suci untuk memenuhi harapan semua anggota.

Apakah Perawat Gigi itu Sama Dengan Perawat?: Laporan dari acara workshop keperawatan

Dalam presentasinya di hadapan puluhan peserta “Workshop Kebijakan Pelayanan Keperawatan” di Bandung tanggal 4-6 Juni 2009 kemarin, ketua umum DPP Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) ibu Rina Lucyawati, S.Pd, M.Kes dengan percaya diri mengatakan bahwa perawat gigi itu bukan perawat, karena dua profesi ini mempunyai perbedaan mendasar dalam body of knowledge dan bentuk pelayanannya.

Pertanyaan berikutnya adalah di manakah letak kesamaan dua profesi tersebut sehingga perawat gigi dikelompokkan ke dalam tenaga kesehatan keperawatan (Permenkes RI No.1035/1998) ?, dengan serius ibu Lucy (Panggilan ibu ketua umum DPP PPGI) menjawab bahwa perawat gigi memiliki kompetensi dalam ruang lingkup pelayanan klinis yang dinamakan asuhan kesehatan (keperawatan?) gigi.