Menjadi Delima

Delima singkatan dari Manusia Dewasa Usia Lima Puluh Tahun (singkatan karangan saya saja tentunya), itulah saya sekarang ha ha ha…. Ya, dua minggu lalu, eh tepatnya tanggal 9 Juni 2023, saya mulai memasuki usia 50 tahun. Sejujurnya, nggak ada perasaan seperti cemas, sedih, bahagia atau emosi emosi lainnya yang meluap luap, hanya terbersit dalam pikirian wah “Alhamdulillah ya, Tuhan memberikan saya kesempatan sampai juga di usia gocap ini”, trus selintas mikir: “wah harus gimana nih gue?” kemudian ya pikiran itu lewat begitu aja, saya terus menghadapi dan menjalani hari hari berikutnya seperti biasa, nggak seru banget ya? emang.. he he.

Biarpun ngak ngalamin gejolak emosi yang lebay (halah..), tapi saya udah niat dari kira kira sebulan sebelum hari ulang tahun itu, saya mau bikin a beautiful memory saat tanggal atau moment itu, maka kemudian saya mengajak beberapa kawan karib saya untuk weekend getaway ke sebuah tempat yaitu Perkebunan Teh Malabar di Pangalengan di Bandung Selatan, dan bersyukur sekali, weekend getaway-nya cukup berhasil meninggalkan kesan yang menghangatkan hati, dan membuat saya cukup optimis buat menghadapi tantangan baru dalam hidup yang pasti akan muncul di usia 50 tahun ini.

Balik ke Jakarta saya sempat googlinggoogling dan menemukan beberapa fun facts begini:

  1. Secara psikologis, usia 50 tahun dikategorikan sebagai usia pertengahan (middle age) atau kategori dewasa yang secara perkembangan, seharusnya masih produktif walaupun dalam waktu yang tidak akan lama lagi akan menjadi kurang produktif sampai tidak lagi produktif
  2. Dari sisi kesehatan, WHO juga mengkategorikan Usia 50 tahunsebagai middle age yang kemudian diterjemahkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai masa lansia awal yang akan mulai menunjukkan gejala gejala penurunan produksi hormon dan juga fungsi organ tubuh
  3. Pandangan ekonomi masih sedikit menyenangkan, karena usia 50 tahun masih digolongkan pada usia produktif yang masih bisa menghasilkan.

Fun facts tersebut menyadarkan saya bahwa tantangan – tantangan yang perlu saya antisipasi (mempertimbangkan kondisi kehidupan saya sekarang) adalah:

  1. Secara psikologis saya harus punya cara untuk tetap mempertahankan kewarasan saya, saya mau menjadi manusia menjelang lansia, dan kalau panjang umur akan menjadi lansia yang masih tetap sehat secara psikologis, masih bisa berfungsi dan memberi manfaat dan dampak untuk sekitar saya
  2. Saya juga mau mulai mengupayakan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dari mulai pola makan, pola tidur dan juga akan berusaha untuk bisa olah raga
  3. Saat ini saya juga harus betul – betul berusaha supaya saya tetap punya uang, dan bisa mengelolanya supaya saya tidak merepotkan orang lain, atau bagusnya lagi, saya bisa membantu orang lain dengan uang saya, walaupun mungkin tidak banyak

Demikianlah ocehan si Delima ini, semoga kesadaaran kesadaran tadi bisa saya wujudkan dalam aksi aksi nyata sehari hari, yang paling tidak mudah adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, karena saya masih makan sembarangan, susah tidur awal, dan masih belum mampu mengelola emosi dengan baik.

Doakan saya ya… Amiiin

Leave a comment