Tentang Perubahan

Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Tuhan (bagi yang percaya Tuhan tentunya) dan perubahan. Apabila kita tidak terlalu malas berpikir maka kita akan mendapati kenyataan bahwa setiap detik dalam hidup manusia adalah tentang perubahan, tidak pernah kita berada pada situasi yang sama walaupun dalam hitungan detik sekalipun, sedetik yang lalu mungkin kita masih tertawa tawa, tetapi detik berikutnya bisa saja kita dikejutkan dengan peristiwa yang membuat hati luka. Perubahan adalah keniscayaan.

Sayangnya tidak semua dari kita bisa mudah berdamai dengan perubahan, kerap kali kita mengucapkan kata “susah move on” saat kita dihadapkan pada keadaan yang berbeda dengan sebelumnya. Walaupun begitu saya percaya bahwa manusia pada dasarnya dirancang untuk bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi di alam semesta, hanya responnya saja yang berbeda beda, ada yang bisa menghadapi perubahan apapun dalam hidup dengan respon yang biasa – biasa saja, ada juga yang menunjukan respon yang terlihat “lebay”.

Belakangan ini sering terdengar satu konsep filosofi yang dinamakan stoicism yang salah satu prinsipnya adalah bahwa manusia perlu memiliki kemampuan untuk mengontrol emosinya agar bisa menghadapi peristiwa apapun dalam hidupnya, termasuk perubahan – perubahan baik yang terjadi dalam dirinya (internal) maupun yang menimpa lingkungannya (eksternal). Kemampuan mengontrol emosi ini akan berdampak terhadap respon saat perubahan terjadi, sikap biasa biasa saja atau “lebay” mencerminkan bagaimana seseorang memiliki kemampuan mengontrol dirinya sendiri.

Mengontrol emosi adalah hal yang mudah diucapkan, tetapi tidak gampang untuk dilakukan, emosi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari manusia sebagai makhluk hidup, walaupun begitu, kemampuan mengontrol emosi terutama saat menyikapi terjadinya perubahan bisa dilatih atau dibiasakan. Satu langkah yang bisa diupayakan adalah melatih diri untuk manyadari bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol semua hal yang terjadi di luar dirinya, tetapi manusia memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya, oleh karenanya ketika kita merasa “lebay” terhadap perubahan, pupuklah kesadaran bahwa kita tidak bisa mengontrol perubahan itu, yang bisa kita lakukan adalah memilih respon, apakah kita mau sedih, tertekan atau kita bisa mencoba untuk memilih untuk menyadari bahwa sepanjang perubahan itu tidak membuat kita mati, kita masih bisa baik baik saja.

Demikianlah, perubahan terus terjadi, termasuk dalam hidup saya, dan saya sedang belajar untuk memiliki kemampuan untuk bisa mengelola dan mengontrol diri sendiri, sehingga saya tidak menjadi “lebay” menghadapi perubahan yang terjadi.

Salam

Leave a comment