PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KLINIK GIGI UNTUK PERAWAT GIGI
Terdapat beberapa hal prinsip yang harus difahami oleh seorang perawat gigi dalam mengelola sebuah klinik gigi, berikut akan diuraikan hal-hal tersebut secara singkat satu per satu :
1. Jenis / Tempat Pelayanan
Penting difahami oleh seorang perawat gigi bahwa setiap tempat / jenis / level pelayanan akan memiliki sistem, budaya, dan kebijakan yang berbeda dalam manajemen pelayanan-nya. Sebuah Balai Pengobatan Gigi di Puskesmas tentu akan menerapkan sistem / manajemen yang berbeda dengan sebuah poliklinik gigi di Rumah Sakit.
Oleh karenanya, fahamilah sistem dan kebijakan yang diterapkan di setiap level pelayanan. Walaupun demikian terdapat hal-hal yang berlaku secara universal, contohnya proses manajemen akan selalu berupa proses seperti lingkaran yang berawal dari perencanan dan berujung pada kegiatan evaluasi yang kemudian terus berjalan kembali kepada proses perencanaan tahap selanjutnya.
Contoh yang praktis dari pentingnya pemahaman jenis pelayanan kesehatan ini bisa kita tarik dari konteks situasi Puskesmas yang pada umumnya diatur oleh kebijakan yang sangat top down, artinya segala sesuatu kebijakan manajemennya selalu di atur dari atas (Dinas kesehatan / Departemen Kesehatan), walaupun dewasa ini telah banyak dikembangkan Puskesmas yang lebih mandiri dalam pengelolaannya. Dalam konteks ini, seorang perawat gigi yang bekerja di Puskesmas akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan pola pelayanan di BP Gigi terkait dengan kebijakan yang selalu “turun dari atas” tersebut.
Walaupun demikian, pembenahan dan atau pengembangan manajemen kliinik gigi di Puskesmas tidak mustahil dilakukan sepanjang seorang perawat gigi memliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan salah satu kompetensi utamanya yakni sebagai “Pelaksana Manajemen” pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas / Klinik Gigi
- Peranan Manajerial Perawat Gigi
Prinsip kedua dari manajemen klinik gigi adalah mengenali peran dan tugas yang diemban oleh seorang perawat gigi. Secara umum, perawat gigi mempunyai “multi-peran”, dalam hal ini perawat gigi dapat berperan dan berfungsi sebagai manajer, sekretaris, resepsionis, tenaga inventarisasi, akuntan, kasir, arsiparis, dan lain-lain.
Bagaimanapun, SK Menkes NO. 378/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Perawat Gigi menyatakan bahwa seorang perawat gigi harus menunjukkan kompetensi dalam bidang-bidang sebagai berikut :
a. Bisnis kedokteran gigi
b. Sistem keuangan dan asuransi kesehatan
c. Komunikasi
d. Pengelolaan dokumen klinik gigi
e. Sistem inventarisasi
f. Hukum dan etik pelayanan kesehatan gigi
Hal-hal tersebut menegaskan bahwa secara prinsip seorang perawat gigi mutlak dituntut untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang manajer klinik gigi yang menguasai tata kelola / manajemen klinik gigi secara paripurna yang meliputi prinsip-prinsip bisnis kesehatan dan kewirausahaan, yang dilengkapi dengan keterampilan sebagai pemimpin, dan juga keterampilan resepsionis, sekretaris dan adminisrator.

saya tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang perawat gigi untuk suatu penelitian, apakah pak zaini bisa membantu ?
insyaAllah dengan senang hati saya bersedia membantu semampu saya
Pak, saya ramdan 1B
ada tugas dari Bu Lala, disuruh cari tau info tentang tugas tugas dental receptionist. udah nyari di internet tapi susah.
Bapak bisa bantu gak ?
@ramdan..kamu bisa pinjam buku modern dental assisting di perpustakaan, atau googling di Internet menggunakan kata kunci dental asisten
makasih ya pak .
hai,… salam perkenalan
saya agus kurniawan, tinggal di depok
saya bermaksud ingin menjalankan dental clinik,…
tapi saya masih awam dengan managemen pengelolaan nya
bisa berikan saya saran…
apa yang harus saya lakukan
terimakasih
Salam kenal kembali mas Agus
Menurut saya, beberapa prinsip dalam manajemen klini gigi adalah :
1. Taati peraturan / legalitas dalam pendirian klinik (sudah ada izin / rekomendasi yang diperlukan)
2. Tentukan visi dan misi klinik (perusahaan), untuk membentuk budaya kerja yang baik
3. Susun rencana dan strategi bisnis yang jelas
4. Penuhi standar-standar pelayanan kesehatan yang berlaku
Mungkin itu hal-hal normatif yang bisa diperhatikan, mudah-mudahan bermanfaat.
praktek…. sudah bisa… lulusan sprg bagaimana pak
makasi pak informasi nya..
sangat membantu saya menyelesaikan tugas..
jadi pengen buru2 lulus n buka klinik gig..
lam kenal pak…saya prg dari way kanan lampung.apa mungkin kita mendirikan klinik gigi sendiri pak…mohon bantuannya
mf pak mw tanya kompetensi untuk lulusan D-IV kesehatan Gigi Komunitas gimana ya?
Mas wisnu, sampai saat ini saya belum pernah mempelajari kurikulum d4 komunitas, jadi saya tidak bisa komentar banyak. Salam
pak zaeni dahlan. salam kenal,, kemarin saya ikut seminar bapak di surabaya. top dah bapak
salam kenal pak..
saya bersama seorang teman sedang merencanakan membuat klinik gigi profesional
yang saya bingung itu bagaimana tahapan perencanaan secara Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mengetahui kira kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk starting cost, fixed cost, maupun variabel cost (yang sifatnya reguler bulanan)
mohon bantuannya pak
kalau boleh bisa berbincang di email saya (febyanoor@gmail.com)
kalau boleh tau ini sumbernya dari mna yah pak?
di era yang serba digital seperti sekarang ini, mestinya juga diimbangi dengan proses digitalasisi klinik